
Jakarta, N Generate Indonesia
—
Fenomena
Bumi
berada pada titik terjauh dengan Matahari atau aphelion merupakan fenomena tahunan. Fenomena ini kerap dikaitkan dengan
cuaca dingin
yang terjadi di sejumlah wilayah.
Faktanya, cuaca dingin yang terjadi bukan diakibatkan oleh aphelion, tetapi kondisi musim.
Fenomena aphelion tahun ini terjadi pada 6 Juli. Istilah aphelion berasal dari bahasa Yunani kuno, “apo” yang berarti jauh dan “helios” yang berarti Matahari.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Bumi mengorbit Matahari dalam lintasan elips, sehingga terdapat satu titik terdekat dengan Matahari (perihelion) dan satu titik terjauh dari Matahari (aphelion).
Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) menyebut aphelion adalah fenomena astronomis yang terjadi setahun sekali pada kisaran bulan Juli.
Sementara itu, kondisi cuaca dingin yang terjadi di wilayah Indonesia pada periode bulan Juli tidak terkait dengan fenomena aphelion.
Saat aphelion, posisi Matahari memang berada pada titik jarak terjauh dari Bumi, tetapi kondisi tersebut tidak berpengaruh banyak pada fenomena atmosfer atau cuaca di permukaan Bumi.
BMKG menyebut fenomena suhu udara dingin merupakan fenomena alamiah yang umum terjadi di bulan-bulan puncak musim kemarau, yakni sekitar Juli hingga September.
Saat periode tersebut wilayah Pulau Jawa hingga NTT berada pada musim kemarau. Periode ini ditandai pergerakan angin dari arah timur-tenggara yang berasal dari Benua Australia.
Pada Juli, wilayah Australia disebut berada dalam periode musim dingin. Adanya pola tekanan udara yang relatif tinggi di Australia menyebabkan pergerakan massa udara dari Australia menuju Indonesia atau dikenal dengan istilah Monsun Dingin Australia.
Monsun Dingin Australia ini melewati perairan Samudra Indonesia yang memiliki suhu permukaan laut yang juga relatif lebih dingin, sehingga mengakibatkan suhu di beberapa wilayah di Indonesia terutama bagian selatan khatulistiwa terasa juga lebih dingin.
Selain dampak angin dari Australia, berkurangnya awan dan hujan di Pulau Jawa hingga Nusa Tenggara turut berpengaruh ke suhu yang dingin di malam hari. Sebab, tidak adanya uap air dan air menyebabkan energi radiasi yang dilepaskan oleh bumi pada malam hari tidak tersimpan di atmosfer.
Kemudian, langit yang cenderung bersih awannya akan menyebabkan panas radiasi balik gelombang panjang ini langsung dilepas ke atmosfer luar sehingga membuat udara dekat permukaan terasa lebih dingin terutama pada malam hingga pagi hari.
BMKG mengatakan fenomena ini merupakan hal yang biasa terjadi setiap tahun. Fenomena ini bahkan dapat menyebabkan beberapa tempat seperti di Dieng dan dataran tinggi atau wilayah pegunungan lainnya berpotensi terjadi embun es atau embun upas.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video N Generate]
Baca lagi: Respons MG Soal Ketidakpastian Insentif Mobil Listrik di Indonesia
Baca lagi: Gua Baru Sepanjang 3 Km Ditemukan di Vietnam, Penuh ‘Mutiara’ Langka
Baca lagi: Kapan Puncak Musim Kemarau 2026 Dimulai?




17 Responses
Artikel ini sangat bernilai guna karena fokus pada pemecahan hambatan yang sering dihadapi di lapangan https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=0&type=site&kwd=91
Tulisan ini berhasil memantik imajinasi dan daya kritis saya untuk melihat peluang di balik masalah https://www.lib.cet.ac.il/PAGES/subx.asp?rel=1&item=7546 jadi bsia dapat solusi setelah membaca artikel ini
Penulis tidak hanya memetakan kendala, tetapi juga memberikan instrumen evaluasi untuk mengukur keberhasilan kita https://www.lib.cet.ac.il/pages/subx.asp?item=0&type=site&kwd=129 jadi artikel ini sangat membantu
Setuju sama opini penulisnya, apalagi di bagian kesimpulan. Saya sempet baca referensi pendukungnya juga kemaren di http://histoire.art.free.fr/?article1/ nyambung banget.
Sebuah karya tulis yang sangat matang, tajam dalam menganalisis situasi, dan sarat akan nilai edukasi https://www.lib.cet.ac.il/Pages/sub.asp?item=5589&page=8&rel=1
Setuju 100%! Memang bener banget poin-poin yang disampein. Buat nambah literasi, mampir juga ke http://minato-rc.main.jp/cms/index.php?itemid=262 ya, bahasan mereka juga oke punya.
Wah baru kepikiran soal perspektif ini. Makasih admin udah nulis. Tadi sempet browsing juga dan ternyata http://jefblog.free.fr/pluxml/index.php?article1/premier-article ngebahas hal yang lumayan mirip.
Artikel ini merumuskan sebuah kerangka strategis (strategic framework) yang sangat krusial bagi para pengambil keputusan http://anitra.s805.sureserver.com/holidays/links.html
Sebuah karya tulis yang sangat matang, responsif terhadap dinamika global, dan sarat akan nilai edukasi premium https://www.lib.cet.ac.il/pages/sub.asp?item=12727&type=site&rel=1
Asli, awalnya bingung tapi abis baca ini jadi langsung connect. Eh sekadar sharing, di https://kldp.org/comment/259005 juga ada ulasan yang se-tipe dan seru buat nambah referensi.
Saya sangat menikmati tulisan ini karena langsung pada intinya. Tadi saya juga sempat membaca referensi lain di https://kldp.org/comment/253460 yang membahas hal serupa secara komprehensif.
Tulisan ini berhasil memantik ruang diskusi yang inklusif dan mencerahkan di antara sesama pemburu ilmu pengetahuan. https://fr.wikipedia.org/wiki/Sport_au_Mexique
Ulasan yang komprehensif dan mudah dimengerti oleh kalangan umum. Sebagai bentuk kontribusi, saya menyarankan https://kldp.org/comment/273529 bagi rekan-rekan yang ingin memperdalam studi mengenai topik bahasan ini.
Struktur logika yang dibangun di sepanjang tulisan ini merefleksikan kedalaman kognitif dan disiplin riset sang konseptor https://crookedtimber.org/page/762/?p=atxtmrxhejt
Terima kasih sudah membagikan informasi yang bermanfaat. Saya berharap akan ada pembahasan lanjutan. Sementara itu saya juga membaca https://www.otago.ac.nz/neuroendocrinology/research/colin-brown.
Analisis yang disuguhkan memiliki akurasi yang tinggi, sangat aplikatif untuk dijadikan draf penyusunan standardisasi operasional https://undispatch.com/tag/conflicts/page/22/
Saya baru pertama kali membaca artikel di blog ini dan langsung terkesan. Selain itu saya juga sempat melihat https://fashionista.com/2012/09/attend-paris-fashion-week-from-your-couch-heres-the-full-list-of-livestreaming-shows.