
Jakarta, N Generate Indonesia
—
Menteri Komunikasi dan Digital (
Menkomdigi
) Meutya Hafid mengimbau untuk waspada terhadap hoaks dan provokasi di ruang digital. Imbauan ini disampaikan di tengah gelombang aksi
demonstrasi
yang terjadi di sejumlah wilayah.
Meutya mengajak masyarakat agar tidak mengunggah dan menyebarkan informasi yang belum terverifikasi, tidak membagikan ajakan yang mengarah pada kekerasan, serta tidak melakukan provokasi yang dapat memperkeruh keadaan.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Ia mengatakan masyarakat perlu menyadari adanya efek ilusi algoritma di media sosial.
Konten yang terus muncul di linimasa, katanya, belum tentu menggambarkan keseluruhan situasi, melainkan bisa saja terbentuk karena pola interaksi, minat, atau emosi pengguna yang kemudian diperkuat oleh algoritma.
“Jangan langsung menganggap linimasa sebagai gambaran lengkap keadaan. Ilusi algoritma bisa membuat kita merasa semua orang sedang marah, semua orang membenarkan kekerasan, atau semua informasi yang kita lihat adalah fakta. Padahal, belum tentu demikian. Karena itu, periksa informasi dari berbagai sumber, pahami konteksnya, dan jangan mudah terprovokasi,” ujar Meutya dalam keterangannya, Jumat (12/6).
Meutya juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai hoaks, disinformasi, manipulasi video, maupun potongan informasi tanpa konteks yang berpotensi memecah belah masyarakat.
“Ruang digital tidak boleh menjadi tempat untuk memperbesar provokasi. Perbedaan pendapat adalah hal yang wajar dalam demokrasi, tetapi hoaks, hasutan kekerasan, dan manipulasi informasi tidak boleh diberi ruang. Mari kita jaga aspirasi tetap tersampaikan secara damai dan bertanggung jawab,” tuturnya.
Meutya menyebut pemerintah menghormati hak warga negara untuk menyampaikan pendapat di muka umum.
Menurutnya, kritik, masukan, dan aspirasi masyarakat merupakan bagian penting dalam demokrasi yang harus didengar dan direspons melalui mekanisme yang tepat.
“Pemerintah terbuka terhadap aspirasi, kritik, dan masukan dari masyarakat. Menyampaikan pendapat adalah hak warga negara yang dijamin dalam demokrasi. Karena itu, ruang untuk menyampaikan aspirasi harus tetap kita jaga bersama,” kata Meutya.
Ia menekankan penyampaian aspirasi yang damai akan membuat pesan yang dibawa masyarakat tersampaikan dengan lebih jelas dan lebih mudah diterima publik.
Oleh karena itu, ia mengingatkan agar aksi tidak disertai tindakan yang merugikan masyarakat maupun fasilitas umum.
“Kritik boleh disampaikan dengan tegas, tetapi harus tetap damai. Jangan mudah terprovokasi sehingga memicu kekerasan, perusakan, pembakaran, penyerangan, atau tindakan lain yang membahayakan masyarakat,” ujarnya.
Selain menjaga situasi di lapangan, Meutya juga mengajak masyarakat untuk menjaga ruang digital selama aksi berlangsung.
(lom/lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video N Generate]
Baca lagi: Trump Klaim Deal Damai dengan Iran
Baca lagi: Rumah Diterjang Banjir, Mahasiswa Terseret Arus di Buleleng Bali
Baca lagi: Coba-coba Berani Ikut Dinner with Stranger, Menakutkan atau Seru?




5 Responses
Artikel ini berhasil menjelaskan topik yang cukup kompleks dengan cara yang sederhana dan mudah dimengerti https://www.techmeme.com/080923/p28 .
Saya sangat mengapresiasi kualitas tulisan ini. Informasi yang diberikan sangat membantu dan menambah pengetahuan https://curation.masternewmedia.org/p/2494417622/2012/08/24/curate-your-personal-clips-into-a-shareable-video-mashup-with-ptch .
Konten yang menarik dan penuh informasi penting membuat artikel ini sangat layak untuk dibaca https://seoagency.sale/s37ixd-rank-on-page-1-with-seo-and-backlinks/ .
Artikel yang sangat edukatif dan memberikan banyak pengetahuan baru. Saya merasa mendapatkan pemahaman yang lebih luas setelah membaca artikel ini. Terima kasih telah berbagi konten yang bermanfaat. Jangan lupa mengunjungi https://tomcritchlow.com/library/?query=tag%3Amaps
Sangat informatif dan mudah dipahami. Pembahasannya tersusun dengan baik sehingga nyaman untuk dibaca https://basicfamouspeople.com/intip-hall-of-fame-musisi-festival-hijau/.