SpaceX Dapat Kontrak Rp74,1 T Rancang Satelit Pelindung Ancaman Udara

Jakarta, N Generate Indonesia

Angkatan Luar Angkasa AS (U.S. Space Force) pada Jumat (29/5) mengumumkan telah memberikan kontrak senilai $4,16 miliar atau sekitar Rp74,1 triliun (kurs Rp17.823) kepada

SpaceX

milik Elon Musk untuk program satelit pelacak dan penarget ancaman udara.

Program ini mengusung teknologi Space-Based Advanced Moving Target Indicator (SB-AMTI) yang dirancang sebagai sistem saling terhubung, menggabungkan sensor berbasis ruang angkasa, tautan komunikasi yang aman, dan pemrosesan di darat untuk mendorong kerja sama lebih apik di seluruh basis industri ruang angkasa pemerintah.

ADVERTISEMENT

SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT

Sistem pertahanan rudal Golden Dome andalan pemerintahan Trump memiliki banyak lapisan, salah satunya adalah lapisan penginderaan dan pelacakan. Satelit-satelit tersebut diharapkan dapat berperan melacak rudal.

Inisiatif Golden Dome bertujuan untuk memperluas pencegat berbasis darat, sensor, dan sistem komando sambil menambahkan satelit berbasis ruang angkasa untuk mendeteksi, melacak, dan berpotensi melawan ancaman udara, termasuk persenjataan di orbit yang masih diperdebatkan.

Angkatan Luar Angkasa AS mengatakan ada beberapa perusahaan dalam kelompok vendor SB-AMTI ini, termasuk SpaceX, dan akan mengeluarkan beberapa penghargaan di tahun mendatang.

“Penghargaan awal ini diproyeksikan untuk mengerahkan konstelasi satelit pada 2028, memberikan kemampuan awal kepada Pasukan Gabungan untuk menghilangkan titik buta operasional,” demikian pernyataan tersebut dikutip

Reuters

.

Awal pekan ini, Angkatan Luar Angkasa AS memberikan kontrak senilai $2,29 miliar (Rp40,8 miliar) kepada SpaceX, yang menargetkan valuasi lebih dari $1,75 triliun (Rp31,1 kuadriliun) dalam penawaran umum perdananya, untuk membangun jaringan komunikasi satelit berkecepatan tinggi dan aman guna menghubungkan sensor militer dan platform senjata di seluruh dunia.

Harga untuk perisai pertahanan rudal Golden Dome telah meningkat menjadi $185 miliar, naik $10 miliar, untuk mempercepat kemampuan berbasis ruang angkasa utama, kata direktur program tersebut pada bulan Maret.

(fea)

Add

as a preferred

source on Google

[Gambas:Video N Generate]

Baca lagi: Rupiah Babak Belur Lawan Dolar Singapura, Nyaris Rp14 Ribu per SGD

Baca lagi: VOCAST CINEMA 2026 Tampilkan 10 Film Pendek Karya Mahasiswa Vokasi UI

Baca lagi: Jemaah Haji Embarkasi Makassar Dijadwalkan Tiba di Tanah Air 1 Juni

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

Kamu mungkin juga menyukai: