
Jakarta, N Generate Indonesia
—
Strava
buka suara soal platformnya yang kini dikenakan Pajak Pertambahan Nilai (
PPN
) digital. Strava menyebut tidak akan ada kenaikan harga langganan saat ini dan pajak tersebut akan ditanggung perusahaan.
“Kami berencana menyesuaikan diri dengan kebijakan baru ini dengan menyerap secara langsung biaya tambahan akibat penerapan PPN tersebut,” ujar Juru Bicara Strava kepada N GenerateIndonesia.com, Rabu (8/7).
“Tidak akan ada kenaikan harga berlangganan Strava, dan layanan gratis kami juga akan tetap tidak berubah,” tambahnya.
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Strava kini menjadi salah satu dari dari sejumlah platform digital internasional yang ditunjuk untuk memungut PPN Perdagangan Melalui Sistem Elektronik (PMSE) atas layanan digital berbayar di Indonesia.
Demam olahraga yang sedang melanda sejumlah masyarakat Indonesia membuat platform Strava kian populer.
“Kami memahami bahwa Strava memiliki peran penting dalam menghubungkan komunitas di seluruh Indonesia yang memiliki semangat untuk aktif bersosialisasi melalui olahraga dan aktivitas fisik lainnya,” tutur Juru Bicara Strava.
Dalam hal ini, tidak mengubah harga berlangganan dirasa sebagai cara terbaik untuk mendukung misi Strava membantu masyarakat Indonesia menjalani gaya hidup yang lebih aktif dan sehat.
Sebelumnya, Direktorat Jenderal Pajak (DJP) Kementerian Keuangan menunjuk Strava dan enam perusahaan lainnya sebagai pemungut pajak digital.
Selain Strava Inc, enam perusahaan lainnya yang ditunjuk sebagai pemungut pajak digital yang baru antara lain Envato Pty Ltd, Envato Elements Pty Ltd, The Nielsen Norman Group Inc, Kling AI Pte Ltd, Law School Admission Council Inc dan PLAUD LLC.
Ketujuh perusahaan tersebut bergerak di berbagai sektor ekonomi digital mulai dari layanan kebugaran, konten digital, pendidikan dan kecerdasan artifisial (artificial intelligence/AI).
“Pada Mei 2026, DJP kembali melakukan penyesuaian daftar pemungut PPN PMSE melalui penunjukan tujuh pemungut baru,” kata Direktur Penyuluhan, Pelayanan dan Hubungan Masyarakat DJP, Inge Diana Rismawanti dalam keterangan tertulis, Minggu (28/6).
Menurutnya, pertambahan perusahaan-perusahaan baru sebagai pemungut pajak digital mencerminkan semakin luasnya cakupan pemungutan PPN PMSE seiring perkembangan model bisnis digital.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video N Generate]
Baca lagi: Buruh Batal Geruduk Kantor Purbaya untuk Demo Tuntut JHT Bebas Pajak
Baca lagi: Banjir Bandang di China, 900 Ular Berbisa Bermunculan
Baca lagi: Siklon Tropis Bavi Muncul di Utara Papua, Ini Dampaknya Buat RI



7 Responses
Penulis berhasil membuktikan bahwa kedalaman riset dasar adalah kunci utama dalam memproduksi artikel yang mencerahkan nalar https://www.sciencing.com/calculate-tire-turns-per-mile-7797454/
Sebuah kontribusi pemikiran yang secara radikal menantang dogmatisme berpikir melalui pendekatan ilmiah yang terukur https://magic.ly/Donlego/Inovasi-Teknologi-Otomotif:-Menilik-Masa-Depan-Efisiensi-dan-Performa-Mesin
Analisis yang disuguhkan memiliki akurasi yang tinggi, sangat aplikatif untuk dijadikan draf penyusunan standardisasi operasional https://undispatch.com/tag/conflicts/page/22/
Membaca artikel ini sambil menikmati secangkir teh menjadi kombinasi yang pas. Setelah itu saya juga mengunjungi [https://www.bloggang.com/mainblog.php?id=jumujumu](https://www.bloggang.com/mainblog.php?id=jumujumu).
Makasih udah di-share ilmunya, ini bermanfaat banget buat pemula. Sekadar berbagi aja, situs https://www.newswire.co.kr/newsRead.php?no=305473 juga mengupas masalah ini dari angle yang cukup lengkap.
Struktur argumennya sangat solid, memberikan pondasi teori yang kuat bagi pembaca awam maupun praktisi. https://green-farms-cbd-gummy-candies-reviews.webflow.io/
Penulis berhasil membongkar akar permasalahan dengan cara yang sangat anggun, tanpa harus menggunakan retorika yang meledak-ledak atau provokatif https://www.ivoox.com/revitalize-your-performance-with-maximum-edge-male-enhancement-audios-mp3_rf_107946059_1.html