
Jakarta, N Generate Indonesia
—
Perusahaan rintisan asal China, Moonshot AI, mengejutkan industri kecerdasan buatan (
AI
) setelah merilis model terbaru bernama Kimi K3. Model ini disebut-sebut mampu menyaingi model AI buatan OpenAI maupun Anthropic.
Kehadiran Kimi K3 menjadi sinyal terbaru bahwa startup AI China yang mengembangkan model open-source semakin mampu bersaing dengan perusahaan AI besar asal Amerika Serikat (AS).
ADVERTISEMENT
SCROLL TO CONTINUE WITH CONTENT
Peluncuran Kimi K3 juga kembali mengingatkan industri pada kemunculan DeepSeek pada awal 2025 yang sempat mengguncang pasar AI global.
“Ini mungkin menjadi peluncuran terbesar tahun ini,” kata pendiri sekaligus CEO Arena, platform evaluasi sistem AI, Anastasios Angelopoulos, dikutip dari
AP
, Selasa (21/7).
Menurutnya, kemunculan Kimi K3 menjadi sorotan ketika model AI open-source dari China mulai melampaui model AI closed-source asal AS pada sejumlah pengujian.
Arena mencatat Kimi K3 menempati posisi teratas dalam pengujian kemampuan front-end coding, yakni salah satu tolok ukur performa model bahasa besar (LLM).
Peluncuran Kimi K3 berlangsung menjelang pidato pembukaan Presiden China Xi Jinping pada World Artificial Intelligence Conference (WAIC) di Shanghai pada Jumat (17/7).
Dalam pidatonya, Xi mengatakan pengembangan AI seharusnya tidak menjadi “pertunjukan tunggal” satu negara, melainkan hasil kerja sama global.
Kemajuan AI China terjadi di tengah pembatasan ekspor teknologi canggih yang diberlakukan AS. Kebijakan tersebut mendorong perusahaan-perusahaan China mengembangkan teknologi AI dan perangkat keras secara mandiri.
Saingi OpenAI dengan harga lebih murah
Moonshot belum mengungkap perangkat keras yang digunakan untuk melatih Kimi K3. Namun, perusahaan tersebut diketahui menjalin kemitraan dengan Huawei.
Menurut laporan analis Bank of America, biaya penggunaan Kimi K3 merupakan yang tertinggi di antara model AI China saat ini. Kendati demikian, tarifnya disebut masih sekitar setengah dari biaya penggunaan model GPT-5.6 Sol milik OpenAI.
Sebelum Kimi K3, startup AI China lain, Zhipu atau Z.ai, juga meluncurkan model GLM-5.2 yang diklaim telah banyak digunakan pengembang perangkat lunak dan mampu memberikan performa yang mendekati model AI terdepan asal AS dengan biaya lebih rendah.
Di balik kemajuannya, Moonshot dan sejumlah perusahaan AI China masih menghadapi tuduhan dari perusahaan AI AS.
Anthropic sebelumnya menuduh DeepSeek, Moonshot, dan MiniMax menggunakan teknik distillation secara tidak sah untuk mengekstraksi kemampuan model Claude agar dapat meningkatkan model AI mereka sendiri.
Anthropic menjelaskan teknik tersebut pada dasarnya merupakan metode yang sah dalam pengembangan AI. Namun, menurut perusahaan itu, praktik tersebut menjadi masalah apabila digunakan untuk memperoleh kemampuan model pesaing dalam waktu lebih singkat dan biaya yang jauh lebih murah.
Pemerintah China telah membantah tuduhan tersebut dan menyebutnya tidak berdasar.
(lom)
Add
as a preferred
source on Google
[Gambas:Video N Generate]
Baca lagi: BMKG Ungkap Daftar 19 Wilayah Indonesia Berpotensi Hujan Hari Ini
Baca lagi: IHSG Diprediksi Lanjut Naik Hari Ini
Baca lagi: Tak Gentar Dibom AS, Iran Balas Hantam Sistem Rudal HIMARS di Kuwait




2 Responses
Informasi yang disajikan sangat akurat dan kontekstual dengan apa yang lagi saya cari belakangan ini. Sukses selalu buat blognya! Rangkuman info pelengkap lainnya bisa dicek juga lewat https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297379522_htm
Informasi yang sangat edukatif buat khalayak luas. Terima kasih banyak atas pencerahannya admin! Untuk tambahan data pendukung dari sumber berbeda, silakan meluncur ke https://blog.dma.org/page/88/?detail%2F297048570_htm